Masjidku.id – Dengan adanya banyak manfaat dan keutamaan dari puasa Rajab, sudah sepatutnya umat Muslim bersiap-siap menyambut bulan ini dengan semangat yang tinggi.
Bulan Rajab adalah salah satu bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam kalender Hijriah. Sebagai bulan ketujuh, Rajab sering kali di isi dengan berbagai aktivitas ibadah, salah satunya adalah puasa sunnah. Seiring dengan berdatangannya bulan Rajab tahun 1447 Hijriah, umat Muslim di seluruh dunia akan mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan puasa ini. Di artikel ini, kita akan mengupas lebih dalam mengenai kapan puasa-Rajab di mulai, jadwal lengkapnya, niat puasa, serta keutamaan yang di tawarkan bagi yang melaksanakannya.
BACA JUGA : Menggali Respons Beragam Negara Terhadap Isu Palestina
Kapan Puasa Rajab Di mulai?
Puasanya bulan Rajab umumnya tidak di tetapkan pada hari tertentu, karena puasa ini adalah puasa sunnah. Namun, untuk tahun 2025-2026, puasa-Rajab di rencanakan di mulai dari tanggal 10 Februari 2025 dan berlanjut hingga 10 Maret 2025. Umat Muslim di seluruh dunia sering kali mengawali puasa ini di tanggal 1 bulan Rajab, yang tahun ini jatuh pada tanggal 10 Februari 2025, sehingga puasa-Rajab bisa jadi akan di laksanakan selama hampir sebulan.
Jadwal Lengkap Puasa Rajab 2025-2026
Selama bulan Rajab, ada beberapa hari yang sangat di anjurkan untuk memperbanyak ibadah puasa, terutama pada hari-hari tertentu. Berdasarkan tradisi, puasa sunnah di laksanakan pada hari Senin dan Kamis. Oleh karena itu, pemeluk Islam di sarankan untuk melaksanakan puasa pada tanggal 10, 11, 12, dan seterusnya. Mengingat kebanyakan orang juga memiliki rutinitas harian, puasa pada hari-hari tertentu seperti Senin dan Kamis tersebut dapat memberikan kesan keutamaan tersendiri. Sebagai catatan, latar belakang sejarah bulan Rajab menjadi salah satu alasan pentingnya puasa selama bulan ini, karena Rajab adalah bulan yang haram dan di lipatgandakan pahalanya.
Niat Puasa Rajab
Untuk melaksanakan puasa-Rajab, sangat di sarankan untuk melafalkan niat secara tulus. Niat dapat di lafalkan dalam hati atau di ucapkan dengan jelas sebelum salat subuh pada hari di mulainya puasa. Contoh lafaz niat puasa-Rajab adalah: “Saya niat berpuasa sunnah bulan Rajab karena Allah Ta’ala.” Niat yang jelas dan tulus dapat memandu niat ibadah dalam hati agar terjaga kesadaran spiritual selama menjalankan puasa. Niat ini penting karena ia membedakan antara puasa yang di lakukan dengan ikhlas dan puasa yang sekadar untuk kebiasaan semata.
Keutamaan Puasa Rajab
Bulan Rajab di kenal sebagai bulan yang penuh berkah dan pahala. Salah satu keutamaannya adalah bahwa puasa pada bulan ini akan mendekatkan kita kepada Allah dan memperoleh pengampunan atas dosa. Dalam banyak hadis, di sebutkan bahwa puasa sunnah yang di lakukan di bulan Rajab memiliki kelebihan tersendiri di bandingkan dengan bulan lainnya. Puasa ini juga merupakan persiapan bagi umat Muslim menjelang bulan suci Ramadan yang penuh berkah. Selain itu, puasa-Rajab merupakan ungkapan syukur atas nikmat dan rahmat yang telah di berikan Allah kepada umat-Nya.
Pentingnya Meningkatkan Ibadah Selama Rajab
Selama bulan Rajab, umat Islam di ajak untuk meningkatkan ibadah bukan hanya melalui puasa, tetapi juga dengan membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan berdoa. Meningkatnya kualitas ibadah ini akan berimplikasi positif pada kehidupan spiritual. Dengan berfokus pada ibadah, diharapkan akan muncul kedamaian dan ketenangan hati, yang sangat dibutuhkan dalam dunia yang penuh tekanan saat ini. Rangkaian aktivitas ibadah selama bulan Rajab juga merupakan langkah awal yang baik untuk menyambut bulan Ramadan yang lebih besar lagi.
Kesimpulan: Menyambut Bulan Rajab dengan Kesiapan Ibadah
Dengan adanya banyak manfaat dan keutamaan dari puasa-Rajab, sudah sepatutnya umat Muslim bersiap-siap menyambut bulan ini dengan semangat yang tinggi. Perencanaan jadwal puasa yang baik dan pelaksanaan niat yang tulus dapat memaksimalkan keberkahan yang akan diperoleh. Keberadaan bulan Rajab sebagai bulan yang mulia diharapkan dapat mendorong kita untuk senantiasa dekat kepada Allah dan memohon ampunan-Nya. Semoga dengan meningkatnya kualitas ibadah, kita dapat memasuki bulan suci Ramadan dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan.
