Masjidku.id – Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang kerap menjadi bahan refleksi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
Isra’ Mi’raj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang kerap menjadi bahan refleksi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Peristiwa ini tidak hanya mengisahkan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mengandung berbagai makna mendalam yang relevan dengan kehidupan masa kini. Salah satu cara untuk menggali makna tersebut adalah melalui aktivitas refleksi, seperti yang di lakukan dalam kurikulum PAI kelas 10 di SMA.
Refleksi Isra’ Mi’raj dalam Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya pemahaman mendalam dan refleksi kritis terhadap materi pelajaran. Dalam konteks PAI kelas 10, aktivitas 6.7 mengajak peserta didik untuk bukan sekadar menghafal peristiwa Isra’ Mi’raj, tetapi memahami simbolisme dan nilai-nilai yang di bawanya. Ini merupakan kesempatan bagi siswa untuk mengaitkan ajaran agama dengan kehidupan sehari-hari mereka, memperkuat iman sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Pendekatan Tamsil dalam Memahami
Aktivitas reflektif sering kali menggunakan tamsil atau perumpamaan sebagai alat bantu untuk menanamkan pemahaman yang lebih kuat. Dalam konteks Isra’ Mi’raj, tamsil dapat membantu siswa memahami bagaimana perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Kemudian naik ke langit mendorong umat Islam untuk selalu berupaya mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah dan akhlak mulia. Pembelajaran ini mengedepankan pencarian arti di balik perjalanan spiritual secara simbolis.
Mengembangkan Pemikiran Kritis
Salah satu keuntungan dari pembelajaran reflektif adalah pengembangan kemampuan berpikir kritis yang lebih baik. Siswa tidak hanya di tuntut untuk memahami peristiwa sejarah, tetapi juga untuk menafsirkan pesan moral yang terkandung di dalamnya. Misalnya, siswa bisa merenungkan bagaimana siklus hidup dapat di persiapkan dan di iringi dengan perbuatan baik sebagaimana di isyaratkan dalam perjalanan Nabi saat Isra’ Mi’raj.
Integrasi Nilai-nilai Religius
Melalui refleksi, siswa dapat lebih mudah memahami nilai-nilai religius seperti ketakwaan, kesabaran, dan pengabdian yang dilatih dalam keseharian. Dengan kegiatan seperti aktivitas 6.7 ini, pembelajaran PAI berhasil memadukan teori dengan praktik. Membangkitkan kesadaran siswa sehingga mampu menerapkan nilai-nilai ini dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.
Pengaruh Aktivitas Reflektif bagi Peserta Didik
Manfaat utama dari pendekatan reflektif ini adalah pencerahan spiritual yang dialami peserta didik. Melalui perenungan mendalam, siswa merasakan peningkatan kualitas hubungan mereka dengan Tuhan dan sesama manusia. Hal ini adalah bagian dari pembentukan karakter yang tentunya memiliki dampak positif yang luas. Baik dalam aspek akademis maupun kehidupan sosial.
Pada akhirnya, pembelajaran PAI dengan pendekatan reflektif seperti aktivitas 6.7 dapat memberikan pengertian yang lebih luas kepada siswa tentang nilai-nilai Islam yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Siswa akan lebih siap menghadapi tantangan zaman dengan iman yang kuat dan karakter yang kokoh. Dengan demikian, pendidikan agama tidak hanya sekedar pengetahuan, tetapi menjadi bekal kujut dalam menghadapi masa depan.
