Masjidku.id – Mahkamah Internasional sebagai badan hukum tertinggi di dunia kerap menjadi objek hoaks yang beredar melalui berbagai platform media sosial.
Di era digital seperti sekarang, penyebaran informasi tak bertanggung jawab semakin marak terjadi, dan lembaga-lembaga besar dunia pun tak luput dari serangan ini. Mahkamah Internasional sebagai badan hukum tertinggi di dunia kerap menjadi objek hoaks yang beredar melalui berbagai platform media sosial. Penyebaran informasi palsu ini tidak hanya menyesatkan publik, tetapi juga dapat merusak kredibilitas lembaga yang bersangkutan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk dapat mengenali dan menangkal ragam hoaks yang mencatut nama Mahkamah Internasional.
BACA JUGA : Menggali Makna Isra Miraj dalam Pembelajaran PAI
Apa Itu Mahkamah Internasional?
Mahkamah Internasional, di kenal juga sebagai International Court of Justice (ICJ). Merupakan badan penegak hukum utama di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Di diri kan pada tahun 1945, lembaga ini bertugas menyelesaikan perselisihan antara negara-negara anggota PBB dan memberikan pendapat hukum kepada organisasi internasional. Dengan fungsi yang sangat krusial ini, International Court of Justice terus berupaya menjaga perdamaian dan keamanan global.
Mengapa Hoaks Menyerang Lembaga Dunia?
Hoaks umumnya di motivasi oleh berbagai alasan, mulai dari kepentingan politik, ekonomis, hingga sosial. Dengan mengaitkan hoaks dengan lembaga global seperti International Court of Justice. Pelaku dapat memperoleh perhatian luas dan menciptakan kebingungan sekaligus ketidakpercayaan terhadap keputusan-keputusan hukum yang di keluarkan. Kondisi ini berpotensi mengganggu stabilitas internasional dan menodorong konflik lebih lanjut.
Contoh Kasus Hoaks Terkait Mahkamah Internasional
Beberapa contoh hoaks yang pernah beredar terkait International Court of Justice melibatkan klaim palsu mengenai keputusan yang di buat lembaga tersebut. Baik yang sudah terjadi maupun yang sedang di proses. Misalnya, ada hoaks yang menyebutkan bahwa Mahkamah Internasional mendukung tindakan ilegal tertentu yang sebenarnya belum pernah diputuskan. Terdapat pula berita bohong yang mengklaim adanya intervensi Mahkamah Internasional atas urusan domestik suatu negara tanpa bukti dan dasar hukum yang sah.
Pengaruh Hoaks terhadap Kredibilitas Lembaga
Hoaks yang mengatasnamakan International Court of Justice dapat berdampak lebih dari sekadar kebingungan publik. Jika tidak segera diluruskan, informasi palsu tersebut dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga hukum internasional ini. Hal ini memperburuk hubungan diplomatik antarnegara dan memperlemah upaya penegakan hukum yang adil dan setara di kancah global. Oleh karena itu, lembaga ini dan masyarakat internasional harus sigap dalam menanggapi dan meluruskan berita palsu yang mengancam stabilitas hukum internasional.
Bagaimana Masyarakat Dapat Berkontribusi?
Masyarakat dunia memiliki peran penting dalam memerangi hoaks terkait lembaga internasional. Edukasi mengenai pentingnya verifikasi informasi dan mendorong sikap kritis terhadap berita yang beredar adalah langkah awal yang esensial. Selain itu, menanamkan kebiasaan mengakses informasi dari sumber-sumber terverifikasi dan menyalurkan temuan palsu kepada pihak berwenang juga dapat membantu menekan penyebaran informasi bohong.
Kesadaran kolektif dan kerjasama antara pemerintah, lembaga internasional, dan masyarakat sipil menjadi kunci utama dalam memerangi hoaks yang menyasar lembaga global seperti Mahkamah Internasional. Dengan saling bekerja sama dalam menemukan dan meredam berita palsu, kita dapat melindungi kredibilitas hukum internasional. Serta menjaga perdamaian dan keharmonisan yang menjadi tujuan utama pembentukan Mahkamah Internasional.
