
Masjidku.id – Indonesia memiliki banyak destinasi wisata religi yang menjadi tempat ziarah sekaligus pusat sejarah Islam. Salah satunya adalah Situs Ziarah Pamijahan yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Situs ini di kenal sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di Tatar Sunda sekaligus tempat peristirahatan terakhir salah satu ulama besar, yaitu Syekh Abdul Muhyi.
Sejarah Situs Ziarah Pamijahan
Situs Pamijahan memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan dakwah Islam di Jawa Barat. Syekh Abdul Muhyi, seorang ulama besar keturunan Arab, datang ke kawasan ini pada abad ke-17 untuk menyebarkan ajaran Islam. Beliau di kenal sebagai sosok yang bijaksana, kharismatik, dan berperan penting dalam memperkuat ajaran Islam di wilayah Priangan.
Makam Syekh Abdul Muhyi yang berada di Pamijahan kemudian menjadi pusat ziarah. Hingga kini, ribuan peziarah datang setiap tahunnya untuk mendoakan beliau dan mengenang perjuangan dakwahnya.
Keunikan dan Daya Tarik Situs Ziarah Pamijahan
Selain makam ulama besar, Situs Ziarah Pamijahan memiliki beberapa daya tarik utama, antara lain:
- Makam Syekh Abdul Muhyi
Pusat utama ziarah adalah makam sang ulama yang di jaga dengan baik. Banyak peziarah datang untuk berdoa, tahlil, dan mengenang jasa beliau dalam penyebaran Islam. - Goa Safarwadi
Goa ini di yakini menjadi tempat Syekh Abdul Muhyi bermeditasi dan beribadah. Kini, goa tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian wisata religi Pamijahan. - Masjid Tua Pamijahan
Masjid bersejarah yang masih berdiri kokoh hingga kini, menjadi tempat utama pelaksanaan ibadah bagi peziarah maupun masyarakat sekitar. - Lingkungan Alam Asri
Pamijahan terletak di daerah perbukitan dengan udara sejuk dan panorama hijau, sehingga memberikan suasana tenang bagi pengunjung.
Nilai Religi dan Budaya Situs Ziarah Pamijahan
Situs Ziarah Pamijahan bukan sekadar tempat berziarah, tetapi juga simbol perkembangan Islam di Tatar Sunda. Tradisi keagamaan seperti tahlilan, pengajian, hingga peringatan haul Syekh Abdul Muhyi rutin di gelar di kawasan ini.
Selain itu, situs ini menjadi bukti harmonisasi antara budaya Sunda dan ajaran Islam. Banyak tradisi lokal yang tetap terjaga, namun selaras dengan nilai-nilai keislaman.
Fasilitas untuk Peziarah
Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, kawasan Situs Pamijahan sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti:
- Area parkir kendaraan.
- Tempat ibadah berupa masjid dan mushola.
- Kios makanan dan oleh-oleh khas Tasikmalaya.
- Penginapan sederhana bagi peziarah yang datang dari jauh.
Meski fasilitasnya masih sederhana, pengunjung dapat tetap beribadah dan beristirahat dengan nyaman.
Akses Menuju Situs Pamijahan
Situs Ziarah Pamijahan berada di Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya. Dari pusat Kota Tasikmalaya, perjalanan ke Pamijahan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2–3 jam dengan kendaraan pribadi. Rute perjalanan melewati jalan berliku khas daerah pegunungan, namun pemandangan indah sepanjang perjalanan menjadi pengalaman tersendiri.
Pesan Spiritual bagi Peziarah
Bagi umat Islam, berkunjung ke Pamijahan bukan hanya sekadar wisata religi, melainkan juga kesempatan untuk merenungi nilai-nilai perjuangan dakwah Syekh Abdul Muhyi. Pesan spiritual yang bisa dipetik antara lain:
- Pentingnya keteguhan dalam menyebarkan kebaikan.
- Menjalani hidup sederhana namun penuh manfaat.
- Menghormati jasa ulama sebagai pewaris ilmu agama.
Kesimpulan
Situs Ziarah Pamijahan di Tasikmalaya adalah destinasi religi yang memadukan sejarah, budaya, dan spiritualitas. Dengan makam Syekh Abdul Muhyi sebagai pusat ziarah, goa bersejarah, serta masjid tua, Pamijahan menjadi tempat yang penuh makna bagi umat Islam.
Selain memperkuat nilai iman, berkunjung ke Pamijahan juga memberikan ketenangan batin serta wawasan tentang perjalanan dakwah Islam di Tatar Sunda. Tak heran jika situs ini terus ramai dikunjungi, baik oleh peziarah lokal maupun dari berbagai daerah di Indonesia.