Masjidku.id – ‘Api Islam‘ merupakan salah satu karya penting dari Soekarno, presiden pertama Indonesia, yang menggali tentang peran dan kontribusi Islam dalam peradaban dunia.
Dalam langkah yang mencerminkan dimensi diplomasi budaya, M Prananda Prabowo, Ketua DPP PDIP dan putra Megawati Soekarnoputri, menyerahkan versi Arab dari buku ‘Api Islam’. Karya legendaris Bung Karno, kepada Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan. Penyerahan ini berlangsung di tengah semangat mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA). Sebuah langkah signifikan yang membuka lembaran baru dalam sejarah hubungan kedua negara.
Signifikansi Buku ‘Api Islam’ dalam Diplomasi
‘Api Islam’ merupakan salah satu karya penting dari Soekarno. Presiden pertama Indonesia, yang menggali tentang peran dan kontribusi Islam dalam peradaban dunia. Buku ini bukan hanya sekadar bacaan teologis, tetapi juga sebuah manifesto politis. Yang menyajikan perspektif progresif tentang bagaimana Islam bisa menjadi kekuatan yang membangun dan mempersatukan. Dengan menyerahkan buku ini kepada Putra Mahkota UEA, Prananda tidak hanya mengenalkan esensi pemikiran Bung Karno. Tetapi juga mengusung semangat toleransi lintas budaya dan agama.
Konteks Sejarah dan Budaya
Sejak era pemerintahan Soekarno, Indonesia telah membangun hubungan yang erat dengan dunia Islam, tak terkecuali negara-negara di Timur Tengah. Buku ‘Api Islam’ yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab menjadi simbol jembatan budaya yang mengaitkan visi Soekarno tentang persatuan Islam. Dengan kepemimpinan modern di UEA. Ini adalah langkah strategis yang tidak hanya menyasar hubungan diplomatik tetapi juga memperkokoh kerjasama dalam bidang pendidikan, budaya, dan sosial antara kedua negara.
Reaksi dan Respons dari Khalayak
Reaksi terhadap penyerahan buku ini sangat positif, baik dari kalangan politisi maupun cendekiawan di kedua negara. Banyak yang menyebut langkah ini sebagai strategi jitu dalam meningkatkan pemahaman dan toleransi antar bangsa. Penyerahan buku tersebut juga dipandang sebagai upaya untuk lebih mengenalkan warisan pemikiran Bung Karno yang kental dengan semangat nasionalisme dan semnagt perdamaian.
Mengupayakan Kesepahaman Lebih Dalam
Pentransferan pemikiran dan nilai-nilai Soekarno ke dalam bahasa Arab tidak hanya menjadi kebutuhan praktis, tetapi juga simbolik. UEA, sebagai salah satu negara yang berpengaruh di kawasan Timur Tengah, memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara budaya Timur dan Barat. Oleh karena itu, langkah ini diharapkan mampu membuka jalur komunikasi dan kerjasama yang lebih efektif di berbagai sektor, termasuk politik, ekonomi, dan kebudayaan.
Prospek Kerjasama Masa Depan
Ke depan, penyerahan buku ‘Api Islam’ bisa menjadi awal dari berbagai inisiatif kolaboratif antara Indonesia dan UEA. Beberapa sektor yang bisa ditingkatkan antara lain pendidikan, dengan pertukaran pelajar dan program beasiswa. Serta kolaborasi penelitian di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan akar budaya yang kuat dari kedua negara, ada banyak potensi untuk mendorong inovasi dan sinergi yang saling menguntungkan.
Menghadirkan Semangat Bung Karno di Kancah Internasional
Langkah ini tidak hanya mengenai transfer pengetahuan, tetapi juga menghadirkan kembali semangat Bung Karno di kancah internasional. Memperkenalkan pemikiran Bung Karno pada forum internasional, khususnya di negara seperti UEA. Memungkinkan dunia untuk melihat kontribusi Indonesia dalam diskursus global tentang Islam dan pembangunan bangsa. Ini adalah bukti bahwa warisan intelektual bangsa Indonesia berharga di mata dunia.
Sebagai kesimpulan, penyerahan buku ‘Api Islam’ dalam versi bahasa Arab ke Putra Mahkota UEA, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, lebih dari sekadar simbol diplomasi. Ini adalah pembuka jalan untuk kerjasama yang lebih erat di masa mendatang dan mencerminkan semangat Indonesia untuk berkontribusi dalam membangun dunia yang lebih toleran dan harmonis. Dengan langkah ini, Prananda Prabowo telah membawa pembicaraan diplomatik ke arah yang lebih progresif, menekankan persatuan melalui pengetahuan dan budaya yang Hoekus.
