Masjidku.id – Mengutamakan prinsip ‘awlawiyyat‘ tidak hanya bermanfaat dalam kehidupan dunia, tetapi juga menjadi bekal penting menuju akhirat.
Dalam kehidupan sehari-hari, setiap individu di hadapkan pada berbagai pilihan yang memerlukan pertimbangan matang. Bagi umat Islam, pilihan tersebut sering kali harus di jiwai oleh prinsip-prinsip syariat. Baru-baru ini, Dr. Zulkifli Hasan, Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Hal Ehwal Agama), menyerukan pentingnya menghayati prinsip ‘awlawiyyat’ atau prioritas keutamaan dalam syariat, terutama ketika mempersiapkan diri menghadapi kematian.
BACA JUGA : Menyusun Pidato Singkat Bertema Islam: Panduan Profesional
Memahami Prinsip ‘Awlawiyyat’
Prinsip ‘awlawiyyat’ mengacu pada konsep mengutamakan hal-hal yang lebih penting dalam penilaian syariat Islam. Dalam konteks ini, umat Islam di ajak untuk lebih selektif dalam menentukan prioritas, baik dalam aspek keagamaan maupun kehidupan sehari-hari. Pentingnya prinsip ini menjadi sorotan, karena dalam menghadapi kenyataan hidup, banyak hal yang harus di prioritaskan sesuai dengan tingkat urgensinya menurut syariat.
Persiapan Menghadapi Kematian
Dr. Zulkifli menegaskan bahwa mengutamakan persiapan menghadapi kematian termasuk dalam penerapan prinsip ‘awlawiyyat’. Persiapan ini bukan hanya terkait dengan urusan spiritual seperti ibadah dan amal soleh, tetapi juga mencakup pengurusan perkara duniawi yang dapat mempengaruhi perjalanan akhir seseorang. Kesadaran bahwa kematian dapat datang kapan saja mengharuskan umat Islam untuk senantiasa siap dari segi amal dan ibadah.
Perlunya Kesadaran Diri
Kematian adalah sesuatu yang pasti dalam kehidupan manusia. Namun, kesadaran dan persiapan menghadapi saat itu sering kali terabaikan dalam kesibukan dunia. Dr. Zulkifli menyerukan agar umat Islam lebih fokus pada amalan yang akan menemani mereka di alam baka, seperti memperbanyak sedekah, menjaga shalat, dan memperdalam ilmu agama.
Analisis Pentingnya Prioritas
Memiliki prioritas yang benar dapat mempengaruhi kualitas hidup dan kehidupan setelah mati. Di tengah dinamika kehidupan modern, umat Islam harus pandai memilah mana hal yang memiliki urgensi lebih dalam skala hidupnya. Sebagai contoh, merencanakan persiapan finansial untuk keluarga yang di tinggalkan juga penting, seperti menyelesaikan hutang atau mengatur warisan dengan baik.
Penerapan ‘Awlawiyyat’ dalam Masyarakat
Konsep ‘awlawiyyat’ tidak hanya berarti memprioritaskan diri sendiri, tetapi juga melihat kepentingan umat. Dalam kehidupan bermasyarakat, pemimpin dan komunitas perlu mengutamakan keadilan dan kesejahteraan bersama untuk menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan damai. Ini termasuk mendahulukan program sosial yang berdampak luas daripada sekadar memprioritaskan keuntungan pribadi.
Kesimpulan: Menyelaraskan Hidup dengan Nilai Keutamaan
Mengutamakan prinsip ‘awlawiyyat’ tidak hanya bermanfaat dalam kehidupan dunia, tetapi juga menjadi bekal penting menuju akhirat. Dengan pemahaman akan keutamaan yang sesuai syariat, umat Islam diharapkan tidak hanya mengejar kesenangan duniawi, tetapi juga mengarusutamakan hal-hal yang bermanfaat bagi akhirat mereka. Melalui kesadaran dan aplikasi nyata dari prinsip ini, individu dapat mencapai kehidupan yang seimbang dan bermakna.
