Masjidku.id – Acara Haul Guru Sekumpul tidak hanya berfungsi sebagai sarana spiritual, tetapi juga memiliki dampak signifikan terhadap aspek budaya dan ekonomi setempat.
Pengajian akbar yang di selenggarakan setiap tanggal 5 Rajab di Kalimantan Selatan adalah suatu peristiwa penting yang menarik perhatian ribuan jemaah dari berbagai penjuru daerah. Acara ini tidak hanya menjadi momen religius, tetapi juga memperlihatkan kekayaan budaya dan semangat kebersamaan masyarakat setempat. Di kenal sebagai ‘Haul Guru Sekumpul’, acara ini menghormati ulama besar, KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, yang di kenal dengan sebutan Guru Sekumpul. Setiap tahunnya, acara ini menjadi magnet bagi banyak orang yang mencari kesejukan spiritual dan menelusuri jejak keteladanan sang guru.
Pentingnya Haul Guru Sekumpul
Haul Guru Sekumpul tidak hanya sekadar pengajian biasa. Lebih dari itu, acara ini telah menjadi simbol kebersamaan dan peninggalan budaya yang kaya akan nilai religi dan moral. Acara ini merangkul semua kalangan, dari rakyat biasa hingga pejabat, yang datang untuk mendapatkan berkah dan merasakan kekuatan spiritual dari almarhum Guru Sekumpul. Melalui pengajian ini, para hadirin diajak untuk merenungkan kembali nilai-nilai kebaikan, kesederhanaan, dan kebijaksanaan yang dianjurkan dalam kehidupan beragama.
Sejarah Singkat Guru Sekumpul
KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani lahir pada tahun 1942 di Kalimantan Selatan. Ia adalah seorang ulama besar yang sangat di hormati karena pengetahuan agamanya yang mendalam dan sifat rendah hatinya. Semasa hidupnya, ajaran dan tausiyah beliau mampu membangkitkan semangat banyak orang dalam mengamalkan ajaran Islam. Guru Sekumpul di kenal karena kemampuannya menyampaikan ceramah dengan hikmah yang mudah di terima oleh siapa saja. Haulnya kini menjadi salah satu acara religius terbesar di wilayah Kalimantan, di hadiri oleh puluhan ribu orang, sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya.
Aspek Budaya dan Ekonomi dalam Haul
Acara Haul Guru Sekumpul tidak hanya berfungsi sebagai sarana spiritual, tetapi juga memiliki dampak signifikan terhadap aspek budaya dan ekonomi setempat. Ribuan orang yang datang membanjiri berbagai fasilitas lokal seperti penginapan, kios makanan, dan pasar tradisional, yang menggeliatkan kembali ekonomi daerah selama kegiatan berlangsung. Selain itu, haulan ini juga menjadi ajang pertukaran budaya di mana pengunjung dari berbagai daerah bisa saling mengenal tradisi dan kebiasaan masing-masing, menciptakan sebuah harmoni dalam keanekaragaman.
Penyelenggaraan Pengajian di Era Modern
Seiring dengan perkembangan zaman, penyelenggaraan acara Haul Guru Sekumpul juga mengalami berbagai penyesuaian. Teknologi informasi turut berperan dalam memperluas jangkauan acara ini, melalui siaran langsung di media sosial atau platform streaming lainnya. Langkah ini tak hanya memudahkan mereka yang tidak bisa hadir secara fisik untuk tetap mengikuti kegiatan, tetapi juga mengukuhkan acara ini sebagai salah satu momentum religius yang mendunia. Persiapan pun di lakukan jauh hari sebelumnya untuk memastikan kedatangan ribuan peserta dapat di tangani dengan baik.
Refleksi Nilai-Nilai Spiritualitas
Pengajian ini juga menjadi saat yang tepat untuk menggali kembali nilai-nilai kehidupan yang sering terlupakan. Guru Sekumpul di kenal mengajarkan pentingnya hidup dalam khusyuk dan ikhlas, berpikir positif, serta menyebar kedamaian kepada sesama. Dalam pengajian ini, jemaah diingatkan untuk menerapkan ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Menjadikan agama sebagai panduan dalam berinteraksi dengan dunia luar dan sebagai sumber inspirasi dalam menghadapi tantangan hidup.
Kesimpulan: Menghidupkan Warisan Spiritual
Haul Guru Sekumpul adalah lebih dari sekadar perayaan tahunan; ini adalah upaya kolektif untuk menghidupkan dan meneruskan warisan spiritual yang telah diletakkan oleh Guru Sekumpul. Netralitas acara dan keterbukaan terhadap semua kalangan menjadikannya sebagai sebuah oase spiritual di tengah kerumitan kehidupan modern. Dengan demikian, setiap penyelenggaraan Haul tidak hanya menjadi pengingat akan keteladanan Guru Sekumpul. Tetapi juga menjadi sumber inspirasi berkelanjutan bagi generasi mendatang agar tidak melupakan nilai luhur dari agama dan kebudayaan lokal.
