Masjidku.id – Perayaan tahun baru sebetulnya sudah mengakar dengan tradisi-tradisi lokal yang mencerminkan nilai–nilai budaya dan spiritual.
Tahun baru seringkali di anggap sebagai momen untuk bersuka ria dengan pesta besar dan kembang api. Namun, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar mengungkapkan bahwa malam pergantian tahun bisa lebih bermakna jika di
iringi dengan doa bersama. Seruan ini bukan tanpa alasan, mengingat pentingnya refleksi spiritual dalam menghadapi tahun mendatang yang penuh harapan dan tantangan.
Refleksi Spiritual
Dalam penjelasannya, KH Anwar Iskandar menekankan perlunya mengisi malam tahun baru dengan kegiatan yang lebih spiritual. Hal ini dapat di lakukan melalui doa bersama yang tidak hanya mengharapkan keberkahan, tetapi juga sebagai wujud empati terhadap sesama. Aksi ini juga bisa menjadi momen introspeksi, mengingat kembali apa yang telah di capai dan memperbaiki apa yang perlu di benahi di masa depan.
Perayaan yang Bermakna
Perubahan cara pandang terhadap malam old and new dari sekedar pesta meriah menuju aktivitas yang sarat makna. Dapat menjadi salah satu cara menjaga diri dari perilaku yang kurang bermanfaat. Memanfaatkan waktu berkumpul dengan keluarga dan kerabat. Dalam suasana doa bisa menciptakan ikatan yang lebih erat dan memberikan ketenangan batin yang sesungguhnya.
Empati Terhadap Sesama
Kenyataan bahwa banyak orang masih mengalami kesulitan ekonomi, sosial, dan kesehatan menjadi pertimbangan penting dalam memilih bentuk perayaan old and new. Melalui doa bersama, masyarakat dapat menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Menjadikan momen tahun baru tidak hanya perayaan individu, tetapi juga kebersamaan dalam doa untuk kehidupan yang lebih baik bagi semua.
Pandangan Lebih Luas
Masih banyak masyarakat yang melihat tahun baru sebagai momen untuk melepaskan dan merayakan tanpa batas. Namun, dengan mendorong nilai-nilai spiritual dan kepedulian sosial, hal ini bisa menjadi kesempatan untuk mempromosikan kebiasaan yang lebih positif. Pergeseran ini mungkin membutuhkan waktu, tetapi dengan dukungan dari organisasi keagamaan dan figur publik, perubahan dapat terjadi secara bertahap.
Sejarah dan Tradisi
Di Indonesia, perayaan tahun baru sebetulnya sudah mengakar dengan tradisi-tradisi lokal yang mencerminkan nilai-nilai budaya dan spiritual. Memadukan tradisi lokal dengan spiritualitas seperti doa bersama tidak hanya menjaga warisan budaya tetapi juga memperkaya pengalaman perayaan dengan makna yang lebih dalam.
Akhirnya, imbauan dari KH Anwar Iskandar untuk mengisi malam tahun baru dengan berdoa merupakan pengingat tentang pentingnya menyelaraskan aktivitas kita dengan nilai-nilai spiritual. Dalam dunia yang sering kali terfokus pada hal-hal material, langkah kecil ini bisa menjadi pembuka jalan menuju kehidupan yang lebih damai dan penuh arti. Tahun baru bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga harapan dan doa untuk masa depan yang lebih baik.
