Video seorang anak Rohingya yang diduga mengambil uang dari tabung masjid di Skudai tular dan menarik perhatian warganet.
Sebuah rekaman yang menampilkan seorang kanak-kanak Rohingya membuka dan mengambil uang dari tabung masjid menjadi viral di media sosial. Video itu, yang menunjukkan aksi tersebut berlangsung saat jamaah menunaikan solat Jumaat, memicu perhatian karena memperlihatkan celah pengawasan terhadap donasi di tempat ibadah. Kejadian dalam rekaman itu dikabarkan terjadi di Masjid Selesa Jaya, Skudai, Johor, semalam. Dalam keterangan singkat unggahan, terpampang kalimat berbahasa Melayu: “Budak ni kuis, selamba ambil duit tabung masjid,” sementara durasi visual dilaporkan lebih dari 30.
– dalam rekaman
Rekaman berdurasi sekitar setengah menit tersebut memperlihatkan seorang kanak-kanak berpakaian seperti yang lazim dikenakan di kalangan jamaah masjid. Dalam video, anak tersebut tampak mendekati tabung donasi, membuka bagian penutup, lalu mengeluarkan sejumlah uang dari dalamnya. Aksi itu berlangsung di tengah suasana solat Jumaat, di mana sejumlah jamaah berada di area masjid. Visual yang terekam tidak disertai penjelasan rinci mengenai kronologi sebelum atau sesudah peristiwa, termasuk tidak adanya keterangan mengenai reaksi jamaah saat itu atau langkah yang diambil oleh pengurus masjid. Namun, durasi lebih dari 30 memberi cukup gambaran tentang bagaimana tabung tersebut dapat diakses.
Penyebaran dan perhatian warganet
Unggahan yang menampilkan peristiwa ini menyebar di platform media sosial dan menarik perhatian publik. Penyebaran video memunculkan perbincangan di kalangan pengguna mengenai kejadian di tempat ibadah dan bagaimana insiden serupa bisa terjadi. Meskipun tidak semua respon atau komentar tercantum dalam sumber unggahan, tularnya rekaman itu menunjukkan ketertarikan masyarakat terhadap isu keamanan donasi. Beberapa warganet umumnya mengungkapkan keprihatinan saat melihat rekaman semacam ini, khususnya terkait penempatan dan ketahanan tabung sumbangan di area yang mudah dijangkau. Namun, dari materi yang beredar tidak terdapat rincian tentang tanggapan resmi dari pengurus masjid, pihak berwenang, atau tindakan lanjutan terhadap anak yang terlihat di video.
Isu pengawasan dan keamanan donasi
Kejadian yang terekam menyoroti aspek pengelolaan dan pengamanan sumber bantuan di tempat ibadah. Tabung masjid, sebagai sarana untuk menghimpun donasi umat, idealnya ditempatkan dan dirancang agar aman dari akses tidak berizin, terutama ketika area ibadah ramai atau saat jamaah fokus beribadah. Meski sumber unggahan tidak menyajikan rekomendasi teknis, peristiwa ini membuka ruang diskusi seputar langkah-langkah pencegahan yang dapat dipertimbangkan, seperti penempatan tabung di lokasi yang terpantau, penggunaan jenis kotak yang lebih sulit dibuka, atau kehadiran petugas saat waktu-waktu ibadah utama. Pembahasan semacam ini relevan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana di masjid. Rekaman yang viral juga menimbulkan pertanyaan tentang kesejahteraan anak-anak yang terekam dalam situasi seperti ini dan perlunya pendekatan yang sensitif ketika menanggapi perilaku anak, tanpa mengabaikan aspek keamanan publik. Kejadian di Masjid Selesa Jaya, Skudai, seperti terlihat dalam rekaman, memberikan gambaran bagaimana momen singkat dapat memicu perdebatan lebih luas mengenai pengawasan dan tata kelola donasi di tempat ibadah. Hingga saat ini, informasi yang beredar terbatas pada isi video dan keterangan singkat pada unggahan, sementara peristiwa tetap menjadi perhatian di kalangan pengguna media sosial.
