Komitmen bekalan tenaga minimal 20 tahun dinilai memperkuat keselamatan tenaga Malaysia dan mendukung daya saing industri secara berterusan.
Komitmen bekalan tenaga jangka panjang selama minimal 20 tahun dinilai bisa memperkuat keselamatan tenaga Malaysia serta mendukung daya saing industri secara berkelanjutan. Pernyataan itu diungkapkan Jaziri Alkaf Abdillah Sufian, Pengerusi BRICS International Malaysia, menanggapi hasil lawatan rasmi Perdana Menteri ke Rusia dan Turkmenistan.

Jaziri menyebut jaminan sokongan Rusia terhadap kebutuhan minyak, gas, dan diesel jangka panjang sebagai perkembangan yang tepat waktu untuk meningkatkan kestabilan pasokan negara. Pernyataan itu disampaikan pada Ahad (21 Juni 2026) melalui satu kenyataan rasmi.
Respons terhadap lawatan rasmi ke Rusia dan Turkmenistan
Dalam komentarnya, Jaziri menilai lawatan rasmi Perdana Menteri membuka peluang untuk memperkukuh keselamatan tenaga negara dan memperluas kerjasama strategik di sektor minyak dan gas. Ia menyoroti perlunya diversifikasi rakan kerjasama demi menjaga kelangsungan pasokan dalam peta tenaga global yang kian kompleks.
Jaziri menegaskan, “Dalam landskap tenaga global yang semakin kompleks dan tidak menentu, Malaysia perlu terus mempelbagaikan rakan kerjasama, memperkukuh daya tahan bekalan serta memastikan saluran tenaga yang stabil demi melindungi kepentingan negara.” Pernyataan ini menggambarkan pentingnya strategi multilapis untuk menghadapi gejolak pasokan dan harga.
Peranan PETRONAS dan peluang di Turkmenistan
Selain hubungan dengan Rusia, Jaziri menyambut baik hasil lawatan ke Turkmenistan yang dianggap memperkukuh posisi Malaysia dalam arena tenaga bangsa. Kerjasama strategik PETRONAS dan pihak Turkmenistan disebut sebagai pencapaian penting dalam hubungan bilateral yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade.
Menurut Jaziri, keberadaan PETRONAS di Turkmenistan menunjukkan kemampuan Malaysia dalam operasi huluan tenaga, transfer teknologi, pengembangan kapasitas tenaga kerja, serta pengelolaan sumber yang bertanggung jawab. Ia juga menyinggung relevansi kerja sama tersebut mengingat peran Turkmenistan sebagai salah satu kawasan lapangan gas terbesar di dunia.
Implikasi ekonomi dan strategi diplomasi tenaga
Jaziri melihat hubungan kolektif dengan Rusia dan Turkmenistan sebagai wujud komitmen Malaysia terhadap strategi diplomasi tenaga yang beragam. Menurutnya, langkah ini tidak hanya membuka peluang komersial baru tetapi juga memperkuat peranan Malaysia sebagai penghubung ASEAN, Asia Tengah, Eurasia, dan Global South.
Ia menilai perkembangan ini selaras dengan dasar luar Malaysia yang bebas, pragmatik, dan tidak berpihak, sambil mengukuhkan kerjasama Selatan-Selatan dan meningkatkan fleksibilitas ekonomi di tengah lanskap global yang berbilang kutub. Pada aspek domestik, Jaziri menekankan bahwa keselamatan tenaga merupakan pilar penting bagi ketahanan nasional dan pencapaian objektif ekonomi jangka panjang.
“Keselamatan tenaga kekal sebagai tonggak penting ketahanan nasional. Kerjasama jangka panjang dengan Rusia serta pengukuhan kerjasama huluan dengan Turkmenistan mampu menyokong objektif ekonomi jangka panjang Malaysia. Ia juga berpotensi membuka peluang kepada syarikat Malaysia dalam sektor perdagangan, penapisan, logistik, teknologi, latihan, infrastruktur dan pelaburan,” katanya.
Syarat bagi perjanjian masa depan dan rekomendasi
Meski menyambut baik kerjasama, Jaziri turut mengingatkan perlunya usaha wajar yang ketat, tata kelola transparan, dan perlindungan komersial serta kewangan yang kuat pada setiap perjanjian masa depan. Ia menilai pertemuan Perdana Menteri dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turkmenistan Serdar Berdimuhamedov memperlihatkan kemampuan Malaysia menjaga hubungan konstruktif merentasi blok global utama.
BRICS International Malaysia mengajak pembuat kebijakan, komunitas bisnis, dan pemangku kepentingan untuk memanfaatkan momentum ini secara strategis dan bertanggung jawab. Organisasi itu juga menyatakan komitmen untuk terus mendukung dialog, penyusunan kebijakan, dan inisiatif kerjasama bisnis yang selaras dengan kepentingan nasional.
Perkembangan hubungan tenaga dengan Rusia dan Turkmenistan diharapkan menjadi dasar bagi perluasan kerjasama tidak hanya di bidang minyak dan gas, tetapi juga dalam transisi energi, teknologi, keamanan pangan, industri halal, perbankan Islam, pembangunan industri, ekonomi digital, pendidikan, serta konektivitas regional.
Dengan demikian, komitmen pasokan jangka panjang dinilai bukan hanya soal menjaga aliran energi tetapi juga peluang memperkuat ketahanan ekonomi dan posisi strategis Malaysia di panggung internasional.
