Kembara Muhibbah Perlis memperkukuh hubungan serantau lewat kunjungan ke Maktab Tahfiz Muhamadiah Cebilang di Satun, diikuti 30 peserta dan menyantuni 50…
Masjidku.id – Kembara Muhibbah Perlis hadir sebagai salah satu inisiatif yang mempererat hubungan serantau Malaysia dan Thailand, khususnya di kawasan bersempadan. Kegiatan yang berlangsung di Satun pada 7 Julai itu menunjukkan upaya masyarakat setempat untuk membina hubungan lintas-negara melalui pendekatan kemasyarakatan.

Program Kembara Muhibbah Komuniti Perlis dan Satun diselenggarakan oleh Persatuan Amal Bakti Negeri Perlis dengan kerjasama Kawasan Rukun Tetangga (KRT) Perumahan Behor Lateh. Rombongan berjumlah 30 peserta melakukan kunjungan yang menyantuni 50 pelajar Maktab Tahfiz Muhamadiah Cebilang di Wilayah tersebut.
Kegiatan dan rangka program
Kunjungan pada 7 Julai berfokus pada pertemuan langsung peserta program dan pelajar tahfiz. Meskipun rincian kegiatan harian tidak dipaparkan secara terperinci, catatan kehadiran menunjukkan keterlibatan aktif 30 peserta dari pihak Malaysia yang memberi perhatian langsung kepada 50 pelajar di institusi pendidikan tahfiz tersebut.
Penyelenggaraan bersama organisasi masyarakat dari Perlis dan struktur komuniti setempat di Satun menandakan pendekatan kolaboratif dalam menyelenggarakan aktiviti yang bersifat kemasyarakatan. Bentuk kolaborasi semacam ini kerap menjadi medium pertukaran budaya serta memperkuat jaringan sosial di kawasan perbatasan.
Partisipasi dan kolaborasi lintas sempadan
Peranan Persatuan Amal Bakti Negeri Perlis sebagai penyelenggara, ditunjang kerjasama KRT Perumahan Behor Lateh, menggambarkan model kerja sama organisasi nonpemerintah dan struktur komuniti lokal. Jumlah peserta yang terlibat dan jumlah pelajar yang disantuni memberikan gambaran skala program yang bersifat bersentuhan langsung dengan masyarakat penerima manfaat.
Interaksi warga Perlis dan komunitas di Satun dalam kegiatan ini memperlihatkan bagaimana program kemasyarakatan dapat menjadi medium pemupukan rasa saling percaya dan pengertian dua wilayah yang berdekatan. Kegiatan semacam ini juga membuka ruang bagi pertukaran pengalaman sosial dan pendidikan kedua belah pihak.
Makna bagi hubungan serantau
Meski tidak semua rincian program dipublikasikan, inisiatif tersebut secara jelas menegaskan komitmen masyarakat setempat untuk memperkukuh hubungan serantau melalui kegiatan kemasyarakatan. Kunjungan dan penyantunan terhadap pelajar tahfiz menonjolkan dimensi kemanusiaan serta perhatian terhadap aspek pendidikan keagamaan di kawasan bersebelahan.
Kegiatan ini menambah contoh konkret dari upaya masyarakat sipil yang mengambil peran aktif dalam mempererat hubungan antarwilayah. Bagi warga dua sisi perbatasan, program sejenis dapat memberikan dampak jangka panjang berupa jaringan komunitas yang lebih solid serta pemahaman budaya yang lebih mendalam.
Dengan dasar kolaborasi lokal dan partisipasi warga, Kembara Muhibbah Perlis-Satun menjadi sebuah model kegiatan lintas sempadan yang menempatkan aspek sosial dan pendidikan sebagai fokus utama. Langkah-langkah serupa diharapkan dapat terus diinisiasi oleh organisasi masyarakat untuk menjaga dan memperkukuh hubungan komunitas yang bertetangga.
