Ketum PERADI Profesional menginisiasi Haul Syekh Yusuf dan wakaf rumah tahfiz untuk meneguhkan nilai keislaman, kebangsaan, dan persatuan.
Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI Profesional), Prof. Harris Arthur Hedar, kembali berperan sebagai salah satu inisiator penyelenggaraan Haul Syekh Yusuf. Kegiatan ini diinisiasi sebagai wahana pengingat jasa dan perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassari, ulama besar sekaligus pahlawan nasional asal Makassar.

Inisiatif tersebut juga memuat program wakaf Rumah Tahfiz, yang dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga warisan spiritual dan pendidikan agama. Prof. Harris menekankan bahwa peringatan haul bukan semata ritual, melainkan momen refleksi dan penguatan nilai bagi generasi penerus.
Makna Haul bagi Penguatan Nilai
Menurut Prof. Harris Arthur Hedar, perayaan haul memiliki peran penting dalam meneladani perjuangan dan etos kepahlawanan tokoh yang dikenang. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi medium untuk menginternalisasi nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh Syekh Yusuf Al-Makassari, termasuk aspek keagamaan dan semangat kebangsaan.
Penekanan pada nilai kebersamaan dan ukhuwah turut menjadi alasan di balik penyelenggaraan haul. Dalam pandangan penyelenggara, kegiatan semacam ini dapat memperkuat jaringan sosial antarwarga dan mengingatkan kembali pentingnya persatuan dalam bingkai keberagaman.
Wakaf Rumah Tahfiz sebagai Bagian Program
Salah satu upaya konkret yang diinisiasi adalah wakaf Rumah Tahfiz. Langkah ini dilihat sebagai bentuk investasi sosial dan pendidikan agama yang berkelanjutan. Rumah Tahfiz diharapkan menjadi tempat pembinaan generasi muda dalam menghafal dan memahami Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air dan nilai-nilai keislaman yang moderat.
Inisiatif wakaf diposisikan sebagai bagian integral dari rangkaian kegiatan haul, sehingga momentum peringatan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mengandung program yang konkret dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat.
Peran Organisasi dalam Inisiasi dan Pembinaan
Sebagai ketua organisasi profesi, Prof. Harris terlibat langsung dalam mendorong pelaksanaan inisiatif ini. Keterlibatan tokoh profesi diharapkan memberi dorongan organisatoris dan jaringan dukungan yang lebih luas, sehingga gagasan wakaf dan penyelenggaraan haul dapat terselenggara dengan lebih terstruktur.
Kegiatan semacam ini juga membuka peluang kolaborasi lintas sektor—baik antar organisasi masyarakat maupun pihak yang peduli pada pendidikan keagamaan—untuk memastikan keberlanjutan program Rumah Tahfiz dan agenda pembinaan nilai-nilai kebangsaan.
Dalam menyampaikan gagasannya, Prof. Harris menegaskan pentingnya meneladani warisan tokoh yang dikenang: “Nilai-nilai yang diwariskan Syekh…”. Pernyataan ini menggambarkan fokus pada upaya penerusan nilai-nilai luhur sebagai inti dari peringatan haul dan program wakaf yang direncanakan.
Rangkaian inisiatif ini diposisikan sebagai langkah kolektif untuk memperkuat pendidikan agama sekaligus membangun kesadaran kebangsaan. Dengan demikian, Haul Syekh Yusuf dan program wakaf Rumah Tahfiz tidak hanya mengingat sejarah, tetapi juga berupaya menciptakan manfaat nyata bagi generasi mendatang.
