Jasad anak ditemukan setelah lima hari hilang; keluarga dan relawan menelusuri area yang sama tanpa menyadari keberadaan korban.
Jasad anak ditemukan setelah pencarian intensif yang berlangsung lima hari di sekitar Kota Tinggi. Penemuan jenazah itu mengejutkan keluarga, karena lokasi terakhir ditemukan merupakan jalur yang sudah berkali-kali dilewati tim pencari.

Bapa korban, Kamaruzaman Bahari, 50, mengatakan kondisi itu sangat memilukan karena mereka telah menelusuri area yang sama berulang kali namun tidak menyadari keberadaan anaknya. Muhammad Nasrulhaq, 15, ditemukan meninggal dunia pada pagi Jumaat setelah dilapor hilang sejak lima hari sebelumnya.
Kronologi pencarian menurut keluarga
Kamaruzaman menceritakan bagaimana upaya pencarian dilaksanakan tanpa henti. Dia dan sukarelawan menjelajahi berbagai lokasi di sekitar Kota Tinggi dan Petri Jaya, termasuk jalur tempat jenazah ditemukan. Meski telah kembali ke rute tersebut berkali-kali, mereka tidak melihat tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan korban.
Dalam keterangannya di Unit Forensik Hospital Kota Tinggi, Kamaruzaman mengatakan, “Kawasan itu sebenarnya saya sudah lalu berulang kali sepanjang lima hari mencari dia, tetapi tidak nampak jasad anak.” Ia menambahkan kemungkinan posisi jenazah yang agak rendah membuat mereka terlewat saat melakukan pencarian.
Kesungguhan Kamaruzaman nampak dari pengorbanan waktu dan pekerjaannya. Ia mengambil cuti dan menyingkirkan waktu istirahat demi mencari anaknya. “Sejak diberitahu anak sudah beberapa hari tidak pulang, saya terus bergegas dan mula mencari,” ujar Kamaruzaman. Ia menambahkan, “Dari Ahad sampai malam sebelum dia ditemui, saya keluar mencari waktu pagi dan hanya balik sekitar jam 4 pagi sebelum sambung semula keesokan harinya.”
Reaksi keluarga dan komunitas
Kamaruzaman menggambarkan kawasan pencarian di Petri Jaya sebagai tempat yang kerap ia kunjungi selama upaya pencarian. “Boleh dikatakan kawasan ini sudah seperti rumah kedua saya sepanjang seminggu ini,” katanya. Keberadaan relawan, penduduk setempat, dan teman-teman almarhum mendapat apresiasi dari keluarga atas bantuan yang diberikan sejak kabar hilangnya Nasrulhaq tersebar di media sosial.
Di sisi lain, Kamaruzaman menggambarkan anaknya sebagai pribadi pendiam dan taat. “Kalau ditanya ada masalah atau tidak, dia akan jawab ‘tak ada apa-apa ayah, tak ada apa-apa ibu, okey saja’.” Kesedihan keluarga bertambah karena Nasrulhaq merupakan satu-satunya anak yang masih ada setelah anak sulung mereka meninggal dunia sebelumnya.
Penemuan jenazah dan pernyataan kepolisian
Identitas jenazah yang ditemukan kemudian dikonfirmasi sebagai Muhammad Nasrulhaq Kamaruzaman. Kepala Kepolisian Daerah Kota Tinggi, Superintendan Yusof Othman, menyatakan pihak berwenang menerima informasi dari masyarakat mengenai sebuah kecelakaan yang melibatkan sebuah motosikal jenis Yamaha 135LC sekitar jam 2.30 pagi.
Menurut pernyataan polisi, Nasrulhaq diperkirakan keluar dari rumahnya di Felda Simpang Waha pada pukul 11 malam, 11 Julai, untuk menuju kediaman temannya di Kampung Temenin Baru. Polisi menemukan korban mengalami cedera parah pada badan dan kaki, dan menyatakan korban meninggal dunia di lokasi kejadian setelah motosikal yang ditunggangi diduga terbabas.
Pemakaman dan kenangan keluarga
Jenazah Muhammad Nasrulhaq dimakamkan di Tanah Perkuburan Islam Gugusan Felda Waha, berdekatan dengan kediaman bekas istri Kamaruzaman. Keluarga mengungkapkan kesedihan mendalam sekaligus rasa syukur karena proses identifikasi dan pemakaman dapat dilakukan.
Kamaruzaman menyatakan penyesalan karena waktu bersama anaknya terbatas. Ia bekerja di sebuah kilang di Desa Cemerlang, Johor Bahru, dan biasanya hanya bertemu sang anak satu atau dua kali sebulan. “Kali terakhir kami bersama adalah Sabtu minggu lalu sebelum proses mengundi berlangsung,” ujarnya, mengenang kebersamaan terakhir mereka.
Kisah kehilangan ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan komunitas setempat, sementara pihak berwenang terus menyelidiki detil kecelakaan untuk melengkapi proses hukum dan administrasi yang terkait.
