Mohd Uzir bersara setelah 36 tahun, menutup karier dengan lari 60.87 km di Putrajaya dan meninggalkan warisan transformasi sistem statistik negara.
Masjidku.id – Mohd Uzir bersara hari ini setelah meniti karier lebih dari tiga dekade di Jabatan Perangkaan Malaysia (DOSM). Datuk Seri Dr Mohd Uzir Mahidin mengakhiri pengabdiannya sebagai Ketua Perangkawan, menutup tugas dengan langkah simbolik yang menarik perhatian publik.

Pensiunnya menandai berakhirnya 36 tahun layanan di sektor perkhidmatan awam dan dunia statistik negara sejak bergabung pada 2 Januari 1990. Sebelum berhenti wajib, ia memimpin DOSM hampir sembilan tahun sejak dilantik sebagai Ketua Perangkawan pada 2017.
Perjalanan karier dan posisi penting
Karier Mohd Uzir di DOSM bermula sebagai Perangkawan di Pulau Pinang dan berlanjut melalui berbagai posisi teknis dan kepemimpinan. Ia pernah berkecimpung di Bahagian Perangkaan Perdagangan Luar Negeri dan Bahagian Akaun Negara, lalu menapaki jenjang sebagai Ketua Penolong Pengarah, Timbalan Pengarah, Pengarah, Pengarah Kanan, hingga Timbalan Ketua Perangkawan sebelum menduduki posisi puncak pada 2017.
Sebagai pemegang PhD Ekonomi dari University of Sheffield, ia juga memiliki Sarjana Ekonomi dari Vanderbilt University dan Ijazah Sarjana Muda Ekonomi dari Universiti Malaya. Sejak 2017, Mohd Uzir mewakili negara di Suruhanjaya Statistik Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu dan pernah mempengerusikan Kongres Statistik Dunia ISI pada 2019.
Transformasi data dan kebijakan statistik
Di bawah kepemimpinan Mohd Uzir, DOSM mengalami pergeseran peranan dari sekadar pengeluar statistik rasmi menjadi agensi data strategik. Dalam pernyataan resmi jabatan, ia menegaskan perubahan visi itu: “Statistik tidak lagi sekadar dilihat instrumen pelaporan, sebaliknya diangkat sebagai aset strategik negara yang menyokong perancangan pembangunan, tadbir urus dan pembuatan keputusan berasaskan bukti.”
Beberapa inisiatif penting yang dipelopori atau dikembangkan selama masa jabatannya meliputi:
- Pengukuhan Sistem Statistik Negara (PSSN) sebagai kerangka koordinasi dan kualitas statistik di kementerian serta agensi,
- Pembangunan Pangkalan Data Utama Negara (PADU) dan hub analitik seperti MyLabourHub,
- Kalkulator Perbelanjaan Asas Kehidupan Wajar (MyPAKW) untuk mengukur kebutuhan dasar hidup,
- Penyusunan Anggaran Awal KDNK suku tahunan pada 2023, Anggaran KDNK Peringkat Daerah pada 2024, serta statistik khusus untuk Parlimen dan Dewan Undangan Negeri,
- Inisiatif sektor pertanian seperti TaniStats yang menggabungkan Banci Pertanian 2024 dengan data huluan dan hiliran untuk mendukung perencanaan dan ketahanan pangan.
Di panggung internasional, kontribusinya turut memperkuat posisi negara dalam penilaian Open Data Inventory (ODIN) 2024-2025, dan ia menerima Anugerah Pengiktirafan Khas daripada SESRIC sebagai bentuk pengakuan atas peranannya.
Penutup simbolik: lari 60.87 km dan sesi ‘clock out’
Sebagai penanda hari persaraan yang kebetulan bertepatan dengan hari lahirnya, Mohd Uzir memilih melakukan larian sejauh 60.87 kilometer mengelilingi Putrajaya pada 4 Juli lalu — sebuah aksi yang dipandang simbolik menutup babak panjang kariernya. Momentum perpisahan resmi berlangsung dalam sesi ‘clock out’ yang digelar pada Selasa pukul 6 petang di Ibu Pejabat DOSM, Putrajaya.
Selain memimpin pelaksanaan Banci Penduduk dan Perumahan Malaysia 2020 serta menjadi Pesuruhjaya Banci untuk Banci Pertanian 2024, ia juga terlibat dalam penyeliaan kajian semula persempadanan bahagian pilihan raya di Sarawak ke-7. Warisan kebijakan dan platform data yang dibangun selama masa jabatannya dipandang akan tetap menjadi rujukan bagi pembuat keputusan dan perencana nasional.
Dengan pensiunnya Mohd Uzir, institusi statistik menghadapi fase transisi kepemimpinan, namun kerangka dan inisiatif yang dibentuknya diharapkan memberikan landasan kuat bagi pengembangan statistik dan data yang lebih strategis ke depan.
