Menteri Zulkifli mendorong masjid tarik anak muda lewat program inovatif seperti nobar final Piala Dunia 2026.
Masjid tarik anak muda menjadi perhatian dalam kabar terbaru ini. KUALA LUMPUR — Masjid perlu menemukan pendekatan baru agar lebih menarik bagi generasi muda. Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Hal Ehwal Agama), Zulkifli Hassan, menyatakan bahwa inisiatif seperti menayangkan pertandingan besar bisa menjadi salah satu cara untuk menjadikan masjid lebih relevan bagi kaum muda.

Pada kesempatan itu Zulkifli menegaskan pentingnya menjadikan masjid sebagai ruang yang tidak hanya untuk ibadah, tetapi juga pusat pembangunan dan aktivitas sosial yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan saat pelaksanaan program Rakan Masjid X Final Piala Dunia 2026 di Masjid Al-Imam Al-Ghazali, Bandar Manjalara, pada Senin, 20 Juli 2026.
Masjid sebagai pusat komunitas Anak muda
Zulkifli Hassan menekankan bahwa misi masjid harus melampaui fungsi ritual semata. Menurutnya, pengimarahan masjid juga perlu diimbangi dengan kegiatan yang mendekatkan lembaga tersebut kepada generasi muda sehingga masjid menjadi pusat komunitas yang ramah dan bermanfaat.
Dalam pertemuan itu, Zulkifli menggarisbawahi gagasan yang lebih luas mengenai peranan masjid dalam pembentukan nilai dan identitas generasi muda. Ia melihat bahwa penguatan nilai spiritual dan sosial di lingkungan masjid dapat menjadi fondasi bagi pembentukan karakter anak bangsa.
Program Rakan Masjid X Final Piala Dunia 2026
Acara yang berlangsung di Masjid Al-Imam Al-Ghazali tersebut menghadirkan unsur hiburan yang relevan bagi kaum muda, seperti pemutaran pertandingan final Piala Dunia. Menurut Zulkifli, kegiatan semacam ini tidak sekadar memberi kesempatan bagi peserta untuk menyaksikan laga besar, tetapi juga membuka ruang interaksi sosial dalam lingkungan masjid.
Dia menegaskan hal itu lewat pernyataan berikut: “Dalam masa yang sama, kita boleh menonton perlawanan akhir Piala Dunia. Kita ingin menjadikan masjid sebagai pusat komuniti yang bukan hanya pusat kerohanian untuk umat Islam beribadah, tetapi juga tempat yang memberi manfaat melalui program-program inovatif dan bermanfaat kepada masyarakat,” katanya.
Kerja sama dan tujuan jangka panjang
Zulkifli menyebutkan bahawa pendekatan ini merupakan bagian dari usaha berterusan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM), Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan (JAWI) dan pihak masjid dalam mendekati generasi muda. Ia melihat langkah-langkah kolaboratif sebagai kunci agar program yang dijalankan relevan dan berkelanjutan.
Beberapa tujuan yang dinyatakan dalam kesempatan itu meliputi:
- Memperkuat ukhuwah dan ikatan antarwarga setempat.
- Meningkatkan perpaduan melalui kegiatan bersama.
- Membangun karakter dan jati diri generasi muda yang dekat dengan institusi masjid.
Zulkifli menekankan bahwa upaya membentuk jiwa dan nilai generasi muda merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan negara, yang harus dimulai dari lingkungan terdekat termasuk masjid.
Pelaksanaan program berorientasi komunitas seperti Rakan Masjid X Final Piala Dunia 2026 dipandang sebagai langkah praktis untuk menjembatani kebutuhan spiritual dan sosial masyarakat, sekaligus menarik partisipasi aktif anak muda dalam kehidupan masjid.
Dengan strategi yang tepat dan kerjasama antarlembaga, diharapkan masjid dapat terus berperan sebagai pusat pemberdayaan yang inklusif, relevan, dan mampu membentuk generasi muda yang berakhlak serta berdaya saing.
