Siti Nurhaliza mengajak publik mengubah persepsi ucapan hari lahir dengan mengutamakan penghargaan kepada orangtua pada hari ulang tahun.
Masjidku.id – Siti Nurhaliza mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap ucapan hari lahir, dengan menempatkan penghargaan kepada orangtua sebagai prioritas pada hari ulang tahun. Pesan ini disampaikannya melalui unggahan di platform Threads yang mendapat perhatian netizen.

Peraih gelar Biduanita Negara itu mengingatkan bahwa hari kelahiran seharusnya menjadi momentum untuk berterima kasih kepada orangtua yang telah melahirkan dan membesarkan kita. Dengan menyarankan langkah sederhana, ia berharap persepsi tentang perayaan ulang tahun dapat bergeser dari tuntutan mendapat ucapan menjadi memberi penghargaan kepada mereka yang berjasa.
Pesan Siti Nurhaliza di Threads
Dalam unggahannya, Siti Nurhaliza menulis pesan yang mengajak perubahan sikap. Ia menyampaikan bahwa kebiasaan menunggu ucapan dari orang lain — khususnya dari ayah dan ibu — sebaiknya diganti dengan inisiatif untuk menghubungi kembali orangtua pada hari ulang tahun anaknya.
Pesan lengkap yang ditulis Siti Nurhaliza berbunyi: “Akak nak kongsi satu. Selalunya kita memang harap orang beri ucapan hari lahir pada kita, terutama sekali ayah dan ibu tapi boleh tak kita tukar persepsi itu? Bila hari lahir, kita yang sepatutnya telefon ayah dan ibu untuk ucapkan terima kasih sebab dah lahirkan dan besarkan kita dengan baik. ”Sebab tanpa mereka, kita tak berada di dunia ini. Kita yang patut hadiahkan mereka. Semoga apa yang akak kongsi ini tak menyinggung perasaan ye. Selamat hari lahir dik,” tulisnya.
Respons pengguna media sosial
Unggahan tersebut segera menuai respon dari pengikut dan pengguna lain. Banyak komentar yang mendukung pandangan Siti bahwa ulang tahun bukan semata perayaan usia, melainkan kesempatan mengenang pengorbanan orangtua.
Berdasarkan tanggapan yang muncul, sebagian warganet mengaku tergerak dan kemudian menghubungi orangtua mereka untuk mengungkapkan rasa terima kasih. Beberapa komentar yang dibagikan pengguna lain: “Nasihat yang tak pernah difikirkan oleh sesetengah orang..terima kasih tokti di atas perkongsian ini.” Ada juga yang menulis, “TokTi sy dh buat ni, baru ckp terima kasih mak lahirkan kak kat dunia ni, terus banjir 😭😭😭.”
Selain itu, sejumlah komentar menyoroti pentingnya tindakan praktis ketika orangtua sudah tiada, seperti berziarah ke makam. Beberapa warganet memberi pujian terhadap cara penyampaian Siti Nurhaliza yang menggunakan sapaan akrab untuk meredakan perasaan mereka yang mungkin sedang kecewa: “Humble nasihat dari tokti.Dia gelarkan diri dia akak utk lembutkan hati yg sedang rajuk👍🏻.”
Makna ulang tahun menurut unggahan
Inti pesan yang dibawa Siti adalah menggeser fokus dari menerima ucapan menjadi memberi penghargaan. Ia menekankan bahwa kelahiran seseorang tidak lepas dari perjuangan dan pengorbanan ibu, sehingga pada hari istimewa itu justru kesempatan bagi anak untuk menyatakan terima kasih.
Pesan sederhana namun menyentuh ini tampaknya menyentuh resonansi emosional banyak orang, khususnya mereka yang memaknai ulang tahun sebagai momentum refleksi terhadap hubungan keluarga dan jasa orangtua.
Unggahan yang menyarankan tindakan kecil seperti menelepon atau memberi hadiah kepada orangtua pada hari ulang tahun anaknya memicu diskusi di kalangan pengguna, dari yang mengatakan sudah melakukannya hingga yang berencana mengubah kebiasaan mereka mulai sekarang.
Pesan itu menutup ruang untuk sekadar menunggu ucapan lain, dan mengingatkan publik bahwa penghargaan terhadap orangtua dapat diwujudkan dalam bentuk sederhana yang bermakna. Semoga ajakan ini menginspirasi pembaca untuk mempertimbangkan ulang bagaimana mereka merayakan hari lahir dan memberi tempat lebih besar bagi penghargaan kepada orangtua.
